Cermin Aset

Tentunya kita bekerja sehari-hari untuk menghasilkan uang, kita bekerja dari hari senin-jumat hanya untuk menghasilkan uang.

Ketika kita menghasilkan uang, uang tersebut dialokasikan ke beberapa post keuangan seperti :

1. Biaya makan dan minum

2. Biaya transportasi

3. Biaya pendidikan

4. Biaya kesehatan

5. Cicilan rumah dsb.

Setelah kewajiban tersebut terpenuhi , maka kita menabung atau berinvestasi.

Dari hasil investasi ini terbentuklah aset, ada aset nyata dan tidak nyata. Aset ini terbentuk dengan kerja keras kita mengelola uang yang ada. Saya yakin anda melakukan ini untuk keluarga tercinta anda, masa depan anak anda, yayasan sosial yang anda bangun dsb.

Lalu pertanyaanya adalah

Bagaimana menciptakan aset yang baru tanpa melalui proses investasi yang cukup panjang ?

Sebelum ke topik ada pertanyaan lain.

Mengapa perlu aset baru, saya sudah cukup kok dengan aset ini

Yang anda perlu pikirkan adalah

1. Untuk apa kita bekerja sampai saat ini, kalau bukan untuk meningkatkan aset dan memenuhi semua kebutuhan.

2. Orang-orang kaya seperti bill gates berusaha berbagi kekayaannya ke yayasan sosial, karena dengan kaya kita bisa membantu secara financial.

3. Dengan kaya kita memiliki banyak pilihan seperti anak ingin sekolah dimana, ingin kursus apa dsb.

.4. Dengan aset yang bertambah minimal kita bisa membantu saudara yang kesusahan.

Kita langsung saja ke topik utama ” Bagaimana membuat cermin aset?”

Contoh

Bp Budi berusia 40 tahun seorang pegawai BUMN memiliki aset rumah, kendaraan, tanah, deposito, obligasi dan emas. Saat ini aset tersebut senilai Rp 5 milyar.

Cara Tradisional 

Aset senilai Rp 5 MILYAR, jika kita berinvestasi

BANK dengan bunga 1.5 %/tahun selama :

10 tahun  Rp 467 juta/tahun atau Rp 39 juta/bulan

15 tahun Rp 300 juta/tahun atau Rp 25 juta/bulan

20 tahun Rp 216 juta/tahun  atau  Rp 18 juta/bulan

DEPOSITO dengan bunga 6 %/tahun selama

10 tahun  Rp 380 juta/tahun atau Rp 31.6 juta/bulan

15 tahun Rp 214 juta/tahun atau Rp 17.8 juta/bulan

20 tahun Rp 136 juta/tahun  atau  Rp 11.3 juta/bulan

REKSADANA dengan bunga 12 %/tahun selama

10 tahun  Rp 285 juta/tahun atau Rp 23.7 juta/bulan

15 tahun Rp 134 juta/tahun atau Rp 11 juta/bulan

20 tahun Rp 70 juta/tahun  atau  Rp 5.8 juta/bulan

Dari ketiga instrument tersebut, manakah yang memudahkan kita meningkatkan 2 x aset ?

Reksadana bukan ?

Tetapi itu cara tradisional, kita butuh waktu yang cukup lama. Lalu bagaimana jika dalam proses berinvestasi, kita mengalami sakit kritis yang menyebabkan kita stop kerja ?  100 % dan PASTI, aset anda yang baru tidak akan terbentuk, BAHKAN aset lama anda akan habis untuk memenuhi biaya pengobatan penyakit tersebut.

Cara Modern

Strategi cermin aset adalah menitipkan sementara uang kita kepada pihak asuransi untuk dikelola oleh manajer investasi. Selama dikelola, kita diberikan santunan meninggal sampai usia 75 tahun (rata-rata harapan hidup orang indonesia).

Dengan menitipkan uang sebesar Rp 10 juta/bulan (premi tergantung usia) untuk dikelola, maka aset kita yang terbentuk adalah Rp 5 MILYAR. Jadi total aset yang kita miliki untuk keluarga dan keturunan kita adalah Rp 5 MILYAR (aset lama) + aset baru (5 MILYAR) = Rp 10 MILYAR.

MENINGGAL ADALAH KEPASTIAN

Artinya aset sebesar Rp 5 MIlyar tersebut adalah kepastian yang akan didapatkan oleh anak atau cucu anda.

Lalu hasil investasinya seperti apa dengan premi Rp 10 juta/bulan ?

Sistem cermin aset ini adalah suatu cara melipatgandakan aset rill dengan cara menitipkan uang kita secara rutin. Setelah itu uang yang dititipkan akan dikembalikan plus dividen (bagi hasilnya)

Jika berinvestasi selama

5 tahun, dana yang terbentuk adalah Rp 600 juta (tidak termasuk cermin aset)

10 tahun, dana yang terbentuk adalah Rp 1.8 Milyar (tidak termasuk cermin aset)

15 tahun, dana yang terbentuk adalah Rp 4.5 Milyar (tidak termasuk cermin aset)

20 tahun, dana yang terbentuk adalah Rp 9 Milyar (tidak termasuk cermin aset)

Saat Bp Budi meninggal setelah 5 tahun menabung, maka akan diberikan aset sebesar Rp 5 MIlyar + 600 juta.

Saat Bp Budi meninggal setelah 10 tahun menabung, maka akan diberikan aset sebesar Rp 5 MIlyar + 1.8 Milyar

Saat Bp Budi meninggal setelah 15 tahun menabung, maka akan diberikan aset sebesar Rp 5 MIlyar + 4.5 Milyar

Saat Bp Budi meninggal setelah 20 tahun menabung, maka akan diberikan aset sebesar Rp 5 MIlyar + 9 Milyar

DAHSYAT BUKAN ?

Dengan kondisi ini, kita akan mengetahui bagaimana istilah “kaya sampai 7 turunan” benar-benar terjadi. Mereka memanfaatkan uang perusahaan asuransi untuk melipatgandakan asetnya

Loh Masa Tunggu Meninggal Dulu Baru Mendapatkan Cermin Aset ?

Aset rill yang anda punya saat ini dapat anda gunakan untuk menikmati hidup

Cermin aset yang akan terbentuk ini dapat anda gunakan sebagai warisan ke anak dan cucu.

Lalu adakah fasilitas lainnya ?

Saat bp Budi menitipkan uangnya ke pihak asuransi sebesar RP 10 juta/bulan. Maka pihak asuransi akan memberikan santunan sakit kritis sebesar Rp 360 juta.

Ketika bp Budi mengalami sakit kritis, kemungkinan aset terjual untuk biaya pengobatan sangat kecil.

Mengapa perusahaan asuransi bisa memberikan manfaat sebesar ini ?

Karena perusahaan asuransi sangat profesional dalam mengelola dana nasabah dan proses seleksi penerimaan nasabah yang sangat ketat.

Proses seleksi yang dilakukan adalah

Tahap 1

Seleksi berkas riwayat kesehatan, status merokok, jenis pekerjaan, tindakan pidana, minuman beralkohol, riwayat kesehatan keluarga dsb

Tahap 2

Melakukan laporan pemeriksaan kesehatan, analisa urine rutin, treadmill dengan interpretasi, analisa darah lengkap, rontgen dada dengan interpretasi  yang dilakukan di rumah sakit terdekat (biaya ditanggung pihak asuransi)

Dari pembahasan cermin aset ini, ada 2 hal yang kita terima :

1. Informasi ini sangat penting, tetapi hanya sebatas informasi. Kita mengabaikan hal yang penting ini dan mengorbankan keluarga kita terhadap risiko yang pasti datang (meninggal adalah risiko yang pasti)

2. Informasi ini sangat penting dan anda mau melakukan tindakan dengan menciptakan aset baru.

Manakah yang akan anda pilih ?

WhatsApp chat