6 Alasan Mengapa Saya Mengambil Asuransi

Setiap orang memiliki motif yang berbeda-beda ketika mengambil asuransi. Begitu juga dengan saya. Ada 6 alasan mengapa saya mengambil asuransi.
  1. Tidak mau keluar uang sendiri saat saya sakit
  2. Tidak tega sampai merepotkan keluarga / saudara/ teman saat saya sakit
  3. Tidak rela jika aset yang saya punya harus dijual saat saya sakit
  4. Tidak mau terjebak dalam riba
  5. Tidak mau menelantarkan keluarga
  6. Tidak mau meninggal dalam keadaan berhutang
Pernyataan saya di atas menyiratkan bahwa risiko sakit dapat menyebabkan pengeluaran pribadi tak terduga, merepotkan sanak saudara, dan hilangnya aset yang telah dimiliki

Jika tidak percaya, coba kita renungkan baik-baik.

1. Pengeluaran pribadi tak terduga

Apakah anda termasuk orang yang senang menata pengeluaran harian / mingguan / bulanan anda? Bagaimana rasanya jika tiba-tiba ada pengeluaran tak terduga yang sebelumnya tidak ada di pos pengeluaran anda ? Dan bagaimana jika pengeluaran itu adalah pengeluaran yang cukup besar ?

Dengan hanya membayangkan saja, akan timbul rasa tidak enak di hati. Apalagi jika sampai mengalaminya sendiri.

Untuk berjaga-berjaga atas pengeluaran seperti itu, minimal anda harus punya asuransi kesehatan. Saat muncul kejadian tak terduga (baca : sakit hingga harus rawat inap), asuransi kesehatanlah yang membayar semua pengeluaran medis anda.

2. Merepotkan Sanak Saudara dan teman

Kebanyakan orang tidak siap secara finansial jika tiba-tiba jatuh sakit. Buktinya, anda sendiri tidak menyediakan alokasi khusus bulanan untuk berjaga-jaga saat anda sakit bukan ? 🙂 Ya siapa juga yang mau sakit. Hanya jika tiba-tiba anda sakit, dipastikan tabungan anda dari bulan-bulan sebelumnya akan terkuras.

Bagaimana jika uang tabungan anda tidak cukup untuk membayar pengobatan ? Solusinya anda pinjam saudara atau teman bukan? Kira-kira berapa banyak uang pinjaman dari saudara atau teman yang bisa anda terima? Apakah akan cukup untuk menutup kekurangan biaya pengobatan ?

Jika uang pinjaman dari saudara dan teman tidak cukup, maka anda terpaksa melakukan hal nomor 3.

3. Menjual aset yang dimiliki

Menjual aset, seperti rumah, tanah, dan perhiasan, adalah pilihan terakhir dan tersulit yang harus diambil tatkala butuh biaya besar untuk berobat. Sulit karena memiliki aset itu butuh perjuangan dan kerja keras, lalu tiba-tiba aset itu hilang untuk biaya pengobatan.

Solusi yang bisa diambil untuk mengantisipasi peristiwa nomor 1 sampai nomor 3 adalah dengan memiliki asuransi penyakit kritis. Apalagi sampai terjadi risiko sakit kritis, entah karena pola hidup yang kurang sehat, stress, dll, maka akan keluar sejumlah uang yang bisa dipergunakan untuk berbagai macam kebutuhan, baik itu kebutuhan medis maupun kebutuhan non-medis.

4. Terjebak dalam riba

Saat butuh uang mendesak, salah satu pilihan yang bisa diambil mencari pinjaman ke lembaga keuangan. Konsekuensi dari meminjam kepada lembaga keuangan adalah adanya bunga atau riba. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa jika itu (berhutang dengan riba) adalah satu-satunya pilihan bisa diambil, maka itu diperbolehkan. Namun jika hal itu bisa dihindari atau diantisipasi sedini mungkin mengapa tidak ?

5. Menelantarkan keluarga

Kewajiban dari kepala keluarga adalah memberi nafkah. Apa jadinya jika kepala keluarga tidak mampu bekerja karena sakit ? Ketika itu terjadi, ada dua kejadian yang mungkin terjadi, kebutuhan anak dan istri tidak tercukupi dan istri menggantikan peran suami menjadi kepala rumah tangga.

Apakah anda sebagai kepala keluarga mau jika hal itu sampai terjadi ?

6. Meninggal dalam keadaan berhutang

Hutang hukumnya itu wajib dibayar. Jika yang berhutang tidak mampu membayar hutang, maka keluarganya wajib membayarkan. Kalau tidak dibayarkan juga, maka hutnag itu tetap harus dibayar di hari akhir nanti.

Solusi yang bisa diambil untuk mengantisipasi peristiwa nomor 4 sampai nomor 6 adalah dengan memiliki asuransi jiwa syariah. Dengan asuransi jiwa syariah, maka hati kita akan lebih tenang dalam menghadapi ketidakpastian di masa depan.

Baca juga artikel-artikel berkualitas di bawah ini.

Mengetahui Perbedaan Asuransi, Tabungan, dan Arisan

Mengenal Lebih Dalam Perbedaan Antara Asuransi Unit Link dengan Asuransi Dwi Guna (Endowment)

Mengenal Lebih Dalam Perbedaan Asuransi Unit Link dan Asuransi Berjangka (Term Life)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat
%d bloggers like this: