Efektifkah Alternatif-Alternatif Selain Berasuransi?

Dari segi hukum Islam,  ada dua jenis asuransi jiwa. Pertama asuransi jiwa konvensional dan kedua asuransi jiwa syariah. Perbedaan mendasar dari kedua jenis asuransi jiwa tersebut terletak pada akadnya. Asuransi jiwa konvensional memiliki akad jual beli sedangkan asuransi jiwa syariah memiliki akad tolong-menolong.

Sebagian orang berpendapat bahwa asuransi konvensional itu haram. Bahkan ada juga yang berpendapat bahwa asuransi syariah itu sama saja (baca : tetap haram).

Sebelum kita membahas tentang halal-haramnya asuransi, kita perlu memahami memahami mengapa bisa ada asuransi. Apa jawabannya ? Ya. Asuransi hadir di tengah-tengah kita karena kita membutuhkannya.

Loh kok butuh ?

Iya betul. Sebab setiap manusia tentu membutuhkan perencanaan keuangan yang baik, membutuhkan rasa aman dan kepastian akan jaminan kesehatan serta masa depannya.

Rasa aman dan kepastian ini dikaitkan dengan adanya risiko kehidupan seperti sakit, kecelakaan, cacat, dan meninggal dunia. Apabila salah satu dari risiko tersebut sampai terjadi, dipastikan berdampak pada kondisi finansial kita.

  • Umumnya untuk sembuh dari sakit itu butuh minum obat. Bahkan sakit tertentu mengharuskan kita untuk rawat inap di rumah sakit. Beli obat dan rawat inap di rumah sakit itu butuh biaya.
  • Kecelakaan itu bisa terjadi seketika. Kalau sakit itu umumnya kejadian yang terjadi akibat akumulasi kebiasaan-kebiasaan kita. Misalnya kurang istirahat, pola makan yang keliru, stres, ataupun kurang olahraga. Kalau kecelakaan itu bisa terjadi tanpa kita sangka-sangka dan dampaknya bisa sangat besar terhadap kehidupan kita. Salah satu dampak terbesar dari kecelakaan adalah kehilangan produktifitas karena sudah tidak mampu bekerja dan bahkan sampai kehilangan jiwa.
  • Meninggal itu tidak gratis. Ada biaya pemakaman, biaya untuk menyelenggarakan pengajian, biaya untuk mengurus warisan, bahkan perlu dicari penghasilan pengganti jika yang meninggal adalah pencari nafkah.

Lalu ada bertanya. Tidak semua orang akan jatuh sakit betul ? Ya memang. Ada orang yang sehat-sehat saja, tidak pernah mengalami sakit apapun hingga ia meninggal. Namun ada juga yang tiba-tiba jatuh sakit tanpa diduga-duga. Tanpa pandang usia, tanpa pandang jenis kelamin.

Bagaimana kalau yang tiba-tiba jatuh sakit itu diri kita?

Apakah kita sudah siap atas dampak ekonomis yang mungkin timbul ?

Bagi sebagian orang, mereka akan memilih alternatif selain asuransi. Lalu apa saja alternatifnya ?

  1. Menggunakan uang sendiri. Untuk mengobati sakit ringan seperti batuk dan flu, kita masih bisa menggunakan uang sendiri. Bagaimana dengan sakit berat seperti kanker dan jantung yang sudah pasti membutuhkan uang puluhan sampai ratusan juta? Apakah kita sudah punya uangnya? Kalau ternyata tidak punya uangnya, apakah kita sudah siap untuk menjual aset-aset yang kita miliki?
  2. Meminjam ke saudara atau teman. Sekarang saat kita sedang sehat, apakah ada teman atau saudara yang mau meminjamkan kita uang? Jika ada, apakah uangnya cukup banyak atau seadanya saja? Saat kita sehat, orang mau meminjamkan uangnya karena mereka masih berharap bahwa suatu saat kita akan mengembalikannya. Apabila kita sudah sakit parah, apakah mereka tetap mau meminjamkan uangnya? Jawabannya bisa ya bisa juga tidak. Kalaupun mau meminjamkan, jumlahnya tidak seberapa karena mereka juga tidak berharap kita akan mengembalikannya.
  3. Meminjam ke bank. Meminjam ke bank itu perlu agunan. Belum lagi ada bunganya. Kondisi ini dapat mengantarkan kita kepada riba. Padahal alasan di awal tidak ingin ikut asuransi adalah karena riba.
  4. Menggalang dana sumbangan. Hasil menggalang dana sumbangan memang bisa jadi sangat besar. Pertanyaannya : Siapa yang menggalang? Kalau yang menggalang artis atau public figure, mereka bisa menggalang dana dalam jumlah besar. Kalau yang menggalang orang biasa, kecil kemungkinan mendapatkan dana besar
  5. Menggunakan BPJS kesehatan. Pada dasarnya BPJS kesehatan itu sama saja dengan asuransi konvensional. Sebab saat ini belum ada BPJS Kesehatan syariah. Untuk sakit tertentu, BPJS kesehatan bisa sangat membantu membayar biaya medis. Bagaimana dengan biaya non-medis seperti biaya pengeluaran sehari-hari, biaya pendidikan anak, dll? Apakah BPJS Kesehatan mau membayar biayanya?

Alternatif-alternatif pilihan di atas memiliki banyak kekurangan. Kekurangan itulah yang bisa ditutup dengan mengikuti asuransi swasta. Memang orang yang terkena musibah sakit itu tidak hanya memiliki beban keuangan, tetapi juga beban fisik dan psikologis.  Dengan beban keuangan terbantu, insya allah beban fisik dan beban psikologis juga akan semakin ringan.

Allah swt. selalu memberikan pengganti untuk hal-hal yang ia haramkan. Sebagai contoh. Allah swt. mengharamkan daging babi. Lalu Ia menghalalkan daging sapi dan daging ayam, makanan yang kita butuhkan.

Jika asuransi itu sesuatu yang haram padahal itu kita butuhkan, lalu apa penggantinya?

Setiap orang bebas berpendapat mengenai halal haramnya asuransi. Namun perlu disadari, bahwa sikap mengharamkan asuransi berpotensi membahayakan diri sendiri dan juga keluarga, terutama bahaya akan risiko finansial.

Hubungi agen asuransi terdekat anda.

Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS, anda bisa menghubungi:

Nugroho Atma Hadi (Agen Prudential Syariah Berlisensi)

HP/WA: 0813-12-832-850 | Email: nugrohoatma@gmail.com | Tinggal di Bandung Timur | Melayani pembuatan asuransi di Bandung, Jabodetabek, dan Kota-Kota Se-Indonesia

Baca juga artikel-artikel berkualitas di bawah ini.

Mengenal Lebih Dekat Rider Crisis Cover Benefit 61

Mengenal Empat Kebutuhan Manusia Berdasarkan Waktu Munculnya Kebutuhan. Kebutuhan Keempat Seringkali Terlupakan

Inilah Alasan Mengapa Anda Memerlukan Proteksi Sakit Kritis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat
%d bloggers like this: